Salmun Aprianus Tefnai
14 Des 2025
Desa Mata Air berada di Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur
Kode pos Desa Mata Air adalah 85361
Koordinat Geografis
Berdasarkan data kode pos, koordinat Desa Mata Air berada di sekitar –10.1352° Lintang Selatan, 123.6948° Bujur Timur
Elevasi di area tersebut sekitar 25 meter di atas permukaan laut.
Topografi dan Morfologi
Desa Mata Air berada di wilayah pesisir / dekat pantai (dilihat dari rendahnya elevasi dan kondisi intrusi air laut) — ini didukung oleh penelitian geolistrik yang menunjukkan keberadaan akuifer dangkal yang dipengaruhi intrusi air laut.
Litologi akuifer bawah permukaan di Desa Mata Air (khususnya di Dusun Kelapa Tinggi) didominasi pasir dan pasir lempungan.
Hidrologi / Air Tanah
Ada indikasi intrusi air laut ke lapisan akuifer di desa ini, menurut penelitian geolistrik resistivitas.
Karena intrusi air laut, kualitas dan ketersediaan air tanah di beberapa bagian desa menjadi concern penting dalam perencanaan air bersih.
Sumber air untuk masyarakat terutama berasal dari sumur dangkal (sumur gali), tetapi pada musim kemarau banyak sumur yang mengering sehingga masyarakat terkadang menggunakan tangki air.
Iklim
Kabupaten Kupang, termasuk Desa Mata Air, berada di wilayah dengan iklim muson tropis — sebagian besar wilayah Nusa Tenggara Timur memiliki pola musim kering dan musim hujan. (Ini berdasarkan karakteristik umum iklim NTT)
Karena letak pesisir dan elevasi rendah, temperatur cenderung tinggi dan variasi curah hujan bisa cukup signifikan antara musim hujan dan musim kemarau.
Potensi Pariwisata & Lingkungan Alam
Desa Mata Air memiliki potensi pariwisata alam yang cukup kuat: pemandangan alam di desa menarik wisatawan, dan pemerintah desa sudah menggunakan dana desa untuk menata kawasan wisata, membangun fasilitas seperti lopo (gazebo tradisional) untuk wisatawan.
Karena dekat dengan pantai (diduga dari penelitian intrusi air laut), potensi wisata pesisir bisa dikembangkan lebih lanjut, terutama pariwisata alam dan ekowisata.
Isu Lingkungan / Tantangan Geografis
Intrusi Air Laut: Penelitian menunjukkan adanya intrusi air laut ke akuifer desa.
Keterbatasan Air Bersih: Karena sumur dangkal bisa mengering saat kemarau, ada tantangan dalam penyediaan air bersih secara berkelanjutan.
Pengelolaan Sumber Daya Air: Perlu perencanaan distribusi air bersih (misalnya jaringan pipa, reservoir) agar ketersediaan air tetap stabil bagi masyarakat desa, terutama di musim kemarau.