Salmun Aprianus Tefnai
15 Des 2025
159x dilihat
Mata Air, 15 Desember 2025– Pemerintah Desa Mata Air mencatatkan sejarah baru dalam inovasi pelayanan publik. Pada Senin, 15 Desember 2025, Desa Mata Air secara resmi meluncurkan program Desa Digital, hasil kolaborasi strategis dengan PT. Inovasi Anak Timur (Acode). Peluncuran ini menempatkan Desa Mata Air sebagai desa pelopor yang menerapkan transformasi digital secara menyeluruh di wilayah Kecamatan Kupang Tengah.
Acara yang berlangsung di Aula Kantor Desa Mata Air ini dihadiri oleh berbagai elemen penting, mulai dari seluruh aparat RT/RW, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Ketua Lembaga Adat Desa (LAD), Ketua BUMDes "Ina Huk", Pengurus Koperasi Desa Merah Putih, hingga Pengurus Karang Taruna. Turut hadir pula tokoh agama, tokoh masyarakat, serta undangan lintas sektor pemerintahan.
Pihak Kecamatan Kupang Tengah diwakili oleh Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum (Kasie Trantibum), Bapak Umar Imran. Hadir pula Kepala UPTD Dukcapil Kecamatan Kupang Tengah Ibu Elisabeth Ninda Kallu, SE., M.Si, Kepala UPTD PKB Ibu Elisabeth Danul,S.Sos dan Koordinator PKB Kupang Tengah Ibu Naomi Lende Bulu, SH serta perwakilan sektor kesehatan yakni Kepala Tata Usaha Puskesmas Tarus Ibu Josefina Baria, S.Keb, dan Kepala Pustu Ibu Yance Lewawila, S.Keb.
Dalam sambutannya mewakili Camat, Bapak Umar Imran memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Desa Mata Air. Ia menegaskan posisi strategis desa ini dalam peta pembangunan daerah.
"Desa Mata Air adalah satu-satunya desa dari 7 desa dan 1 kelurahan di Kecamatan Kupang Tengah yang sudah melangkah maju melaksanakan visi misi Bupati Kupang, yakni Transparansi dan Transformasi Desa Digital. Ini adalah hal yang sangat bagus dan kami apresiasi. Semoga ini menjadi batu loncatan dan contoh bagi desa serta kelurahan lain di Kupang Tengah," ujar Umar Imran.
Kepala Desa Mata Air, Bapak Elia Luluporo, dalam pidatonya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh undangan dan mitra teknologi, PT. Inovasi Anak Timur (Acode), yang telah bekerja sama selama 8 bulan terakhir membangun sistem ini.
Elia menekankan bahwa website Desa Mata Air bukan sekadar pajangan data. "Ini bukan sekadar website yang hanya menonjolkan infografis seperti pada umumnya. Seluruh proses surat-menyurat kini telah online. Ini mempermudah masyarakat mengurus administrasi," jelasnya.
Ia juga menginstruksikan aparat RT/RW dan Dusun untuk mendukung penuh sistem ini. "Data kependudukan harus di-update secara berkala demi transparansi, dan aparat wajib membantu mensosialisasikan website ini kepada warga," tegas Elia.
Pimpinan PT. Inovasi Anak Timur (Acode) Alcapone Alvaro Kadja menegaskan komitmennya bahwa peluncuran ini adalah awal dari pendampingan jangka panjang. Fitur yang disiapkan sangat adaptif terhadap kondisi masyarakat desa, di antaranya:
Layanan Surat Menyurat Hybrid: Warga yang memiliki HP Android bisa mengurus surat secara online, sementara warga yang belum memiliki perangkat tetap dilayani secara offline namun datanya terintegrasi ke sistem.
Lapak Desa: Portal khusus bagi UMKM untuk mempromosikan dan menjual hasil kerajinan atau karya warga desa.
Pengembangan Masa Depan: Acode berencana mengembangkan potensi pariwisata dan sistem Digital Farming (Pertanian Digital) di Desa Mata Air.
Sesi tanya jawab berlangsung antusias. Pihak Puskesmas Tarus dan Pustu Mata Air menyambut positif inovasi ini dan menyarankan penambahan fitur Screening Kesehatan pada portal desa. Hal ini dinilai krusial untuk mendukung program integrasi layanan kesehatan primer (ILP).
Senada dengan itu, Koordinator UPTD PKB Kecamatan Kupang Tengah, Ibu Naomi Lende Bulu, SH juga mengapresiasi sinkronisasi data kependudukan yang tercipta berkat sistem digital ini, yang akan sangat membantu validitas data keluarga berencana.
Acara ditutup dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Desa Mata Air dan PT. Inovasi Anak Timur, serta sesi foto bersama seluruh pemangku kepentingan, menandai dimulainya era baru birokrasi digital di Desa Mata Air.