Salmun Aprianus Tefnai
22 Apr 2026
76x dilihat
Harapan untuk memiliki hunian yang sehat dan layak akhirnya mulai membumi di wilayah Oebaun, Desa Mata Air. Pada Rabu (22/4/2026), suasana kebersamaan begitu terasa saat batu pertama diletakkan sebagai simbol dimulainya Program Renovasi Rumah bagi Keluarga Rentan, sebuah inisiatif mulia yang sepenuhnya dijalankan dan didanai oleh Yayasan Habitat Kemanusiaan Indonesia (Habitat for Humanity Indonesia).
Acara yang berlangsung khidmat ini diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ibu Pdt. Deaszy Tatengkeng (Ketua Majelis Jemaat Marturia Oetete), membawa harapan agar pembangunan ini menjadi berkat bagi para penerima manfaat. Desa Mata Air sendiri menjadi desa perdana yang memulai renovasi dari total 70 rumah yang ditargetkan oleh Yayasan Habitat di Kecamatan Kupang Tengah.
Turut hadir memenuhi undangan kehormatan dalam acara ini, Bupati Kupang, Yosef Lede, yang berkesempatan langsung melakukan peletakan batu pertama di kediaman Bapak Fransiskus Takaeb. Bupati memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas program mandiri dari Yayasan Habitat ini. Menurutnya, di tengah tantangan Kabupaten Kupang sebagai daerah 3T dan keterbatasan anggaran pemerintah, inisiatif nyata dari pihak non-pemerintah sangatlah berarti.
"Tangan pemerintah memiliki keterbatasan dalam menjangkau seluruh kebutuhan masyarakat karena efisiensi anggaran. Oleh karena itu, langkah nyata dan dedikasi dari NGO seperti Yayasan Habitat ini sangatlah vital dalam membantu masyarakat kami. Kami sangat berterima kasih atas kepedulian ini dan berharap program ini berjalan lancar demi masa depan masyarakat Kabupaten Kupang yang lebih baik," ujar Bupati Yosef Lede dalam sambutannya.
Rudi Nadapdap selaku Senior Manager of Field Operations Habitat, menjelaskan bahwa di Desa Mata Air sendiri terdapat 25 unit rumah yang akan direnovasi dengan estimasi biaya Rp45 juta hingga Rp50 juta per unit. Selain fisik rumah, pihak Yayasan Habitat juga membangun fasilitas penampungan air hujan dan memberikan edukasi perawatan hunian bagi warga.
Kehadiran para tokoh penting sebagai tamu undangan dalam acara ini menunjukkan dukungan penuh lintas sektor bagi kemajuan pembangunan di Desa Mata Air. Terpantau di lokasi, turut hadir mendampingi Bupati:
Bapak Toncy Teuf (Kadis PUPR Kabupaten Kupang)
Ibu Yunistia Adolfian Padja (Camat Kupang Tengah)
Bapak Elia Luluporo (Kepala Desa Mata Air)
Ibu Bebby M.S. Lubalu (Lurah Tarus)
Bapak Lazarus M. Dillak (Kepala Desa Tanah Merah)
Bapak Oktovianus Logo Buke (Kepala Desa Noelbaki)
Komite Pembangunan Desa Mata Air
Dukungan moral dan spiritual juga datang dari jajaran tokoh agama di antaranya Romo Andreas Sikka serta Pdt. Aryati Y. E Soru Ngahu (Ketua Majelis Jemaat Oraet Labora Oebaun).
Program yang dijadwalkan rampung pada September 2026 ini bukan sekadar tentang membangun dinding dan atap, melainkan membangun martabat dan kesehatan keluarga di Desa Mata Air, Noelbaki, dan Tanah Merah. Kini, deru pembangunan di Oebaun menjadi bukti bahwa kepedulian nyata yang dibawa oleh Yayasan Habitat Kemanusiaan Indonesia (Habitat for Humanity Indonesia) mampu mengubah keterbatasan menjadi kenyataan yang membahagiakan.