Salmun Aprianus Tefnai
06 Apr 2026
19x dilihat
Pada hari ini Senin 06 April 2026, Desa Mata Air, Kabupaten Kupang, mendapat kehormatan yang luar biasa. Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja dalam rangka kegiatan Agroeduwisata sekaligus Panen Raya Padi dan Panen Ikan. Acara istimewa ini bertempat di lahan milik Sinode GMIT yang berlokasi tepat di belakang SMA Kristen Tarus.
Untuk kita ketahui bersama, lahan Sinode GMIT Tarus ini bukanlah sekadar lahan biasa. Dengan luas kurang lebih 5,5 hektar, kawasan produktif ini mengembangkan konsep pertanian terintegrasi berbasis agroeduwisata yang memadukan sektor pertanian, hortikultura, perikanan, hingga peternakan dalam satu sistem yang saling terhubung. Hasilnya pun sangat membanggakan, di mana total produksi dari lahan ini mampu mencapai kurang lebih 200 ton gabah kering setiap tahunnya.
Potensi luar biasa dan produksi yang melimpah inilah yang membawa angin segar bagi terwujudnya kedaulatan pangan desa. Dalam kunjungannya, Wapres Gibran berkeliling melihat langsung integrasi lahan tersebut dan berdialog hangat dengan para penggerak utamanya: komunitas Beta Petani Millenial, Kelompok Tani Pemuda Sulamanda, serta Kelompok Wanita Tani Cinta Kasih.
Beliau secara khusus memuji keterlibatan generasi muda Desa Mata Air dalam mengelola lahan. “Yang saya paling seneng, di sini melibatkan anak-anak muda,” ujar Wapres, yang berharap anak muda desa akan terus menjadi ujung tombak penggerak modernisasi pertanian kita.
Di tengah sesi dialog, salah satu petani kebanggaan kita, Ibu Yemi Mone Ludji, menyampaikan aspirasi nyata mengenai kendala penyediaan air dan penggunaan alat manual seperti pacul yang masih mendominasi pengerjaan lahan. Menanggapi keluh kesah tersebut, Wapres menegaskan bahwa pemerintah akan segera mengoptimalkan teknologi dari hulu hingga hilir.
“Akan kita pikirkan dari A sampai Z. Masalah air, benih, pupuk, dan yang paling penting peralatan modernnya. Kita tidak bisa lagi pakai tenaga manual, nanti kerja keras kita terbuang,” tegas Wapres.
Sebagai bentuk dukungan nyata untuk menjawab kendala tersebut, dalam kesempatan yang sama Wapres langsung menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada Kelompok Wanita Tani Cinta Kasih. Bantuan ini diharapkan dapat langsung mempermudah kerja para ibu tani dan semakin mendongkrak produktivitas panen yang sudah berjalan sangat baik.
Lebih lanjut, Wapres turut mengapresiasi pencapaian produksi tahunan Desa Mata Air yang telah berkontribusi menyuplai bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ini berarti, ratusan ton gabah dan hasil perikanan dari desa kita telah memiliki kepastian pasar (off-taker) yang jelas dan membawa manfaat yang jauh lebih luas.
Acara bersejarah ini menjadi semakin lengkap dan istimewa dengan kehadiran Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Bupati Kupang Yosef Lede, Wakil Bupati Kupang Ibu Aurum O. Titu Eki, Camat Kupang Tengah Ibu Yunisthy Adolfina Padja, Kepala BI Perwakilan NTT, Direktur Politani Kupang, serta jajaran Majelis Sinode GMIT.
Semoga dengan kolaborasi erat, kelengkapan alat modern, dan dukungan penuh dari pemerintah, sektor pertanian di Desa Mata Air semakin maju, mandiri, dan sejahtera. Maju terus Petani Desa Mata Air!