OUR TOP Program

Berita Program One Village One Product atau OVOP Mulai Disosialisasikan di Kabupaten Kupang

Program One Village One Product atau OVOP Mulai Disosialisasikan di Kabupaten Kupang

Alvaro Kadja 17 Nov 2025 33x dilihat
desacloud180img20251123-desa_mata_air_one_village.png

Program One Village One Product atau OVOP Mulai Disosialisasikan di Kabupaten Kupang.

Kegiatan Sosialisasi One Village One Product (OVOP) digelar di Kantor Bupati Kupang, Oelamasi, Senin (17/11/2025).

Kegiatan Sosialisasi ini sebagai langkah awal mendorong pengembangan produk unggulan berbasis potensi lokal di desa-desa yang ada di Kabupaten Kupang.

Kegiatan ini dibuka oleh Bupati Kupang, Yosef Lede.

Sejumlah narasumber dihadirkan dalam sosialisasi salah satu Program unggulan Pemerintah Provinsi NTT tersebut.

Mereka antara lain, Rektor Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, Prof. Dr. Intiyas Utami, SE., M.Si., Ak., CA., CMA., QIA., C.Fra.; Kepala Dinas PMD Provinsi NTT, Victor Manek; Pimpinan Cabang BPJS Ketenagakerjaan Provinsi NTT; serta Kepala Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Provinsi NTT.

Peserta terdiri dari tenaga pendamping profesional, Kepala Desa, Sekretaris Desa, dan Ketua BUMDes.

Dalam arahannya, Bupati Yosef Lede menyampaikan pesan Gubernur NTT mengenai prioritas pembangunan lima tahun ke depan yang tertuang dalam dasa cita pertama:

“Dari ladang dan laut ke pasar, efisien, modern dan aman.”

Menurutnya, hal tersebut diterjemahkan melalui program OVOP yang kini berkembang menjadi One Community One Product (OCOP).

“Program OVOP ini bukan hanya soal meningkatkan nilai tambah produk desa, tetapi juga membangun kemandirian dan kebanggaan masyarakat terhadap potensi lokal yang dimiliki,” kata Yosef Lede.

Ia meminta peserta agar mengikuti sosialisasi dengan serius, lalu meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada masyarakat desa. 

Yosef menekankan pentingnya setiap desa mengidentifikasi potensi lokal, memetakan, dan mengelola satu produk unggulan yang unik.

Setelah desa menentukan produk unggulan, ia meminta pemerintah desa melaporkannya kepada pemerintah kabupaten dan provinsi agar dapat difasilitasi melalui dukungan pendanaan dan pelatihan untuk meningkatkan produktivitas.

Bupati Yosef juga membuka ruang kerja sama seluas-luasnya dengan lembaga pendidikan guna memperkuat kemampuan masyarakat desa dalam mengelola potensi daerah yang besar namun belum tergarap optimal

Desacloud berkomitmen menjadi mitra strategis dalam percepatan transformasi Desa Digital di seluruh Indonesia.

Alvaro Kadja Founder Desacloud
Beranda Pengaduan Berita Belanja